SMPN 1 Manokwari mengambil peran aktif dalam pelestarian alam di wilayahnya. Sekolah ini meluncurkan inisiatif Menjaga Hutan Papua dengan mendorong siswa aktif dalam Kampanye Anti-Deforestasi Lokal. Program ini bertujuan menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab siswa terhadap hutan yang menjadi paru-paru dunia dan aset vital Papua.
Kampanye Anti-Deforestasi Lokal ini merupakan proyek interdisipliner yang melibatkan pelajaran Ilmu Lingkungan, Seni Rupa, dan Bahasa Indonesia. Siswa SMPN 1 Manokwari didorong untuk membuat poster edukasi manual dan digital, video kampanye media sosial yang kreatif, dan menyelenggarakan diskusi publik sederhana di komunitas lokal, menyebarkan kesadaran lingkungan.
Menjaga Hutan Papua adalah isu yang sangat sensitif dan mendesak, mengingat laju deforestasi yang tinggi. SMPN 1 Manokwari mendorong siswa aktif dalam kampanye ini agar mereka memahami dampak jangka panjang dari deforestasi, seperti hilangnya keanekaragaman hayati dan meningkatnya risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Siswa dilatih untuk menjadi pengawas lingkungan lokal informal. Mereka belajar mengidentifikasi tanda-tanda illegal logging dan melaporkannya kepada otoritas setempat atau lembaga konservasi. Kampanye Anti-Deforestasi ini mengubah siswa dari pengamat pasif menjadi pelaku aktif dalam konservasi.
SMPN 1 Manokwari bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah (NGO) lokal dan tokoh adat yang fokus pada hutan Papua. Kemitraan ini memastikan bahwa siswa mendapatkan informasi dan pelatihan yang akurat dan sesuai dengan konteks setempat, termasuk nilai-nilai adat dalam menjaga hutan.
Mendorong siswa aktif dalam kampanye ini adalah cara efektif untuk mengedukasi masyarakat luas. Pesan dari siswa memiliki dampak kuat dan lebih mudah diterima oleh komunitas karena dianggap tulus dan tidak bermuatan politis. SMPN 1 Manokwari adalah pelopor edukasi lingkungan di Manokwari.
Hutan Papua adalah warisan nasional yang harus dijaga. Kampanye Anti-Deforestasi Lokal yang diinisiasi SMPN 1 Manokwari adalah investasi jangka panjang untuk pelestarian ekosistem dan budaya lokal mereka. Program ini juga menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui cinta lingkungan.