Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) secara tegas menekankan relevansi pendidikan kebangsaan sebagai strategi esensial guna membasmi radikalisme di Indonesia. Di tengah ancaman ideologi ekstrem yang terus berkembang, terutama melalui ruang digital, pemahaman yang mendalam dan relevan tentang nilai-nilai kebangsaan adalah kunci untuk membangun ketahanan masyarakat. Oleh karena itu, memastikan relevansi pendidikan kebangsaan dengan konteks zaman menjadi sangat krusial.
Pada sebuah seminar daring tentang deradikalisasi yang diselenggarakan pada hari Kamis, 15 Mei 2025, Kepala BNPT menjelaskan bahwa radikalisme seringkali menyasar individu yang memiliki pemahaman kebangsaan yang rapuh atau yang merasa terasing dari identitas nasional mereka. Narasi radikal kerap memanfaatkan celah ini dengan menawarkan ideologi alternatif yang seringkali tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Inilah mengapa relevansi pendidikan kebangsaan menjadi sangat penting; ia harus mampu memberikan counter-narrative yang kuat dan mengikat jiwa generasi muda pada nilai-nilai luhur bangsa.
Pendidikan kebangsaan yang relevan tidak hanya berarti mengajarkan sejarah atau menghafal lambang negara. Lebih dari itu, ia harus mampu menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan isu-isu kontemporer yang dihadapi generasi muda, seperti masalah keadilan sosial, kesetaraan, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, kurikulum dapat menyajikan studi kasus tentang bagaimana nilai gotong royong dan musyawarah telah menjadi solusi bagi berbagai permasalahan bangsa, baik di masa lalu maupun saat ini. Hal ini penting untuk menunjukkan relevansi pendidikan dengan kehidupan nyata.
Selain itu, relevansi pendidikan kebangsaan juga harus didukung dengan metode pengajaran yang interaktif dan menarik. Penggunaan media digital, diskusi kelompok, simulasi, dan proyek berbasis komunitas dapat membuat materi kebangsaan lebih mudah diterima dan dipahami oleh siswa. Guru dan dosen perlu dibekali dengan pelatihan tentang bagaimana menyampaikan materi kebangsaan dengan cara yang modern dan tidak monoton, sehingga mampu memicu minat dan partisipasi aktif dari peserta didik.
Sinergi antara berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, keluarga, dan media, sangat diperlukan untuk memastikan relevansi pendidikan kebangsaan ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dengan pendidikan kebangsaan yang relevan dan kontekstual, diharapkan masyarakat Indonesia akan memiliki fondasi ideologi yang kuat, mampu menolak paham radikal, dan terus bergotong royong membangun bangsa yang damai, maju, dan sejahtera sesuai dengan cita-cita proklamasi.