SMPN 1 Manokwari memimpin dengan Inovasi Kurikulum yang relevan dengan konteks daerah. Sekolah secara resmi Terapkan Program Pengenalan Kearifan Lokal Papua. Program ini dirancang untuk memastikan siswa tidak tercerabut dari akar budaya mereka di tengah gempuran informasi global, menjadikan sekolah sebagai benteng pelestarian budaya dan identitas lokal.
Program Pengenalan Kearifan Lokal Papua ini mengintegrasikan materi tentang adat istiadat, sejarah suku-suku asli, bahasa daerah, dan seni tradisional Papua ke dalam mata pelajaran wajib dan ekstrakurikuler. SMPN 1 Manokwari menekankan pembelajaran berbasis field trip ke desa-desa adat dan museum lokal untuk memberikan pengalaman belajar yang otentik dan mendalam.
Inti dari Inovasi Kurikulum ini adalah menumbuhkan rasa bangga dan apresiasi siswa terhadap kekayaan kearifan lokal Papua. Siswa diajarkan bagaimana nilai-nilai tradisional, seperti gotong royong dan hubungan harmonis dengan alam, masih relevan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan modern. Sekolah berkolaborasi dengan tokoh adat dan budayawan lokal sebagai pengajar tamu.
Untuk Terapkan Program Pengenalan Kearifan Lokal Papua dengan sukses, SMPN 1 Manokwari melakukan pelatihan bagi guru-guru non-budaya agar mereka mampu menyisipkan nilai-nilai lokal ke dalam mata pelajaran mereka. Misalnya, dalam mata pelajaran sains, siswa diajarkan tentang teknik bercocok tanam tradisional Papua yang ramah lingkungan.
Kepala sekolah menyatakan bahwa Inovasi Kurikulum ini adalah komitmen sekolah untuk mencetak lulusan yang cerdas secara akademik sekaligus memiliki karakter dan identitas budaya yang kuat. SMPN 1 Manokwari berharap Program Pengenalan Kearifan Lokal Papua ini menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Papua Barat untuk memperkuat pendidikan berbasis budaya.