Perundungan atau bullying tidak hanya meninggalkan bekas fisik, tetapi juga luka emosional yang jauh lebih dalam. Seringkali, dampak psikologis ini tersembunyi. Inilah yang disebut depresi diam diam. Anak yang menjadi korban bullying seringkali tidak menunjukkan kesedihan secara terang-terangan.
Mereka menyimpan beban emosional itu sendiri. Mereka mungkin terlihat baik-baik saja di depan orang tua atau teman, tetapi di dalam, mereka berjuang melawan rasa cemas, takut, dan putus asa. Kondisi ini membuat depresi diam diam sulit dideteksi.
Salah satu tanda utamanya adalah perubahan perilaku. Anak mungkin menjadi lebih murung, menarik diri dari lingkungan sosial, dan kehilangan minat pada kegiatan yang sebelumnya mereka nikmati. Perubahan ini sering dianggap remeh.
Mereka mungkin juga mengalami masalah fisik. Sakit kepala, sakit perut, atau masalah tidur bisa menjadi manifestasi dari stres. Ini adalah cara tubuh mereka menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Perubahan emosional juga sering terjadi. Anak mungkin menjadi lebih mudah marah, sensitif, atau menangis tanpa alasan yang jelas. Mereka mungkin juga menjadi lebih mudah putus asa dan kehilangan motivasi.
Tanda lain adalah penurunan prestasi akademik. Anak yang menjadi korban perundungan seringkali tidak bisa fokus di sekolah. Pikiran mereka terbebani oleh rasa takut dan cemas, sehingga sulit untuk belajar.
Perhatikan juga pola makan. Anak mungkin kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan sebagai respons terhadap stres. Pola makan yang tidak teratur adalah sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan.
Untuk mengatasi ini, peran orang tua sangat vital. Orang tua harus menjadi tempat aman bagi anak. Ajak anak berbicara tentang perasaan mereka. Dengarkan tanpa menghakimi dan yakinkan bahwa Anda selalu ada untuk mereka.
Sekolah juga harus menjadi tempat yang aman. Guru dan staf sekolah harus peka terhadap perubahan perilaku siswa. Mereka harus mengambil tindakan tegas terhadap pelaku perundungan dan memberikan dukungan kepada korban.
Depresi diam-diam adalah panggilan untuk bertindak. Jangan biarkan anak menjadi korban bisu dari perundungan. Tunjukkan bahwa mereka tidak sendirian. Bantuan profesional, seperti psikolog atau konselor, dapat membantu mereka mengatasi trauma.